kkn kombo

    Salah satu mahasiswa Sosiologi Unpad, bernama Ni Kadek Puja Suci Maharani NPM 170710200029 angkatan 2020, mendapatkan pengalaman berharga ketika mengikuti program Magang MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka). Berikut sebagai kisahnya

    ”Memutuskan untuk bergabung menjadi bagian dari KKN Kombo 2022 merupakan hal yang cukup berkesan bagi saya. Banyak pengalaman baru yang menurut saya dapat diingat sebagai memori yang berarti untuk kemudian hari. Tentunya pada kesempatan yang baik ini, saya tidak akan semata- mata melewatkannya begitu saja. Sebisa mungkin saya memanfaatkan setiap momen KKN Kombo dengan semaksimal mungkin. KKN Kombo ini memberikan saya ruang untuk mengekplorasi kemampuan yang ada di dalam diri saya, yang tidak dapat dengan mudah saya lihat. Saya menjadi jauh lebih mengetahui potensi yang saya punya, pun yang jauh lebih penting adalah saya dapat menjadi lebih mengenali diri sendiri. Berdinamika dengan stakeholder terkait untuk menunjang program kerja yang akan dilaksanakan menjadi salah satu agenda yang saya favoritkan, mengingat pasti selalu ada hal baru, sudut pandang baru yang saya dapatkan. Melihat realita yang ada di lapangan diiringi dengan permasalahan yang ada di dalamnya membuat saya benar-benar memaknai adanya “jangan lupa bersyukur.”

    Satu hal yang tidak dilupakan Kadek, adalah bahwa ia me

    kkn kombo
    sosiologi unpad

    njadi lebih bersyukur.”Bersyukur dengan apa yang sudah kita miliki saat ini. Sempat pada satu waktu saya mengeluhkan beberapa hal yang sulit untuk saya terima, namun seolah pikiran saya terbawa pada memori pada saat saya melaksanakan KKN. Menjadikan saya sedikit lebih tenang dan mencoba untuk lebih menerima sebaik mungkin. Sedikit mengingat pada saat awal kegiatan KKN berjalan, saya tidak menaruh ekspetasi apapun terhadap kegiatan ini. Yang ada di pikiran saya hanya bagaimana agar program ini lekas selesai dan saya mendapatkan nilai yang sepantasnya saya dapatkan. Seiring berjalannya waktu, saya menyadari bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini bukanlah semata-mata untuk dijalankan lalu selesai. Bertemu dengan kawan baru, menyusun program bersama-sama, mencoba untuk memahami satu sama lain, akrab dengan ibu-ibu PKK dan stakeholder lain yang mengubah pikiran saya yang tadinya ingin cepat selesai, menjadi tidak akan ada selesai. Tidak aka nada kata selesai untuk tali silahturahmi kami, baik dengan kawan sesama ataupun dengan masyarakat desa”.

    Kadek menyeceritakan bahwa ”Masyarakat desa benar-benar menerima kami dengan baik dan mengajarkan kami banyak hal. Satu momen yang sangat berkesan bagi saya adalah ketika menjalankan program penanaman sisi kali Sungai Citarum bersama dengan Komunitas RedTI (Relawan Donor Darah dan Thalassemia Indonesia). Kami melakukan penghijauan dengan menanam bibit tanaman yang diikuti juga oleh adik-adik penderita Thalassemia. Thalassemia sendiri merupakan penyakit kelainan darah bawaan yang diturunkan oleh kedua orang tua ke anaknya disebabkan oleh berkurangnya atau tidak terbentuknya protein pembentuk hemoglobin. Yang membuat saya terharu adalah semangat dari adik-adik yang masih membara selama kegiatan berlangsung. Adik-adik penderita thalassemia tidak menjadikan kekurangannya sebagai alasan untuk berkegiatan, mereka jauh lebih memotivasi saya untuk tidak mudah putus asa dan tetap menjalani keadaan dengan keberanian”.

    Rupanya beragam peristiwa yang dialami saat KKN begitu membekas di hati sehinggam Apabila seseorang bertanya kepada saya, “apa yang kamu dapatkan setelah kamu menjalankan KKN?” dengan tanpa ragu saya menjawabnya dengan “Perjalanan memaknai kehidupan.”