Hari itu, Sabtu, 06 Juni 2015, sivitas akademik, mahasiswa Sosiologi 2014 dan jajaran tamu undangan terkait, mulai berkumpul dan duduk rapi di ruang dekanat Lt.02, gedung A FISIP UNPAD. Agenda hari Sabtu ini masih menjadi rangkaian program studi Sosiologi dalam mewujudkan kawasan wisata pendidikan Jatinangor dan praktikum mahasiswa. Agenda pertama disambut dengan sedikit pemaparan yang disampaikan oleh Drs. Slamet Usman Ismanto, M.Si perihal prosedur dan jalur masuk UNPAD yaitu melalui SNMPTN, SBMPTN dan SMUP. Pemaparan kemudian dilanjutkan oleh narasumber kedua yaitu kepala UPT Lingkungan Unpad Bpk Yayan mengenai kondisi lingkungan UNPAD dan sekitarnya.

    Setelah tiba saatnya agenda ke-2, mahasiswa dan sivitas akademik melakukan simulasi tour keliling kampus UNPAD. Adapun tempat yang dikunjungi yaitu gedung rektorat serta Arboreteum. Di Arboreteum terdapat Saung Baduy dan beberapa jenis tanaman langka yang keberadaannya hampir punah. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Desa Cipacing untuk melakukan observasi kehidupan para pengrajin disana. Pada pukul 13.00 WIB angkot berwarna biru telah menunggu di depan gedung FISIP UNPAD, dan inilah saatnya goes to Cipacing …!

    Singkat perjalanan, kami mulai menyusuri desa Cipacing, desa yang menjadi objek praktikum mahasiswa sosiologi. Kami dipecah menjadi delapan kelompok, dan dipandu oleh Pak Ginggi selaku aktor yang telah berpengalaman melakukan penelitian di Cipacing. One Group, one Home itu sistemnya, mencoba untuk bermasyarakat, mengamati melalui wawancara, mengasah kemampuan imajinasi sosiologi, dan mencoba mengambil kesimpulan. Satu hal yang tertangkap oleh mata, begitu tajamnya perbedaan status sosial diantara tengkulak dan pengrajin.

    Setelah puas berbincang-bincang dengan pembuat kerajinan mancanegara ini, para mahasiswa dan sivitas akademik kemudian memanfaatkan waktu dengan melihat-lihat sekaligus membeli kerajinan. Ada yang membeli terompet seharga Rp. 100.000,00, kecrekan, lukisan, mainan, alat musik, panah-panahan, dan berbagai macam seni lainnya. Akhirnya pada pukul 15.30 WIB kami berkumpul untuk pulang. Praktikum ini bukan hanya sekedar untuk melunturkan kewajiban akan tugas. Lebih dari itu, segala realitas yang tertangkap oleh mata, dengung keluh warga yang tertangkap oleh telinga, akan senantiasa teringat dan menjadi pekerjaan besar bagi kami, para mahasiswa Sosiologi.