Rabu, 27 Mei 2015 Program Studi Sosiologi Unpad yang tergabung dalam Tim Tanggap Bencana Unpad mengadakan kunjungan ke Kampung Cibitung, Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan terkait dengan bencana longsor yang terjadi pada tanggal 5 Mei 2015 lalu. Adapun Tim Tanggap Bencana Unpad yang diturunkan terdiri dari Program Studi Geofisika, Psikologi dan Sosiologi. Kunjungan ini dilakukan untuk menggali data lebih dalam tentang bencana longsor yang terjadi dari ketiga sudut pandang keilmuan yaitu tim geofisika untuk megetahui penyebab dan potensi longsor susulan, tim psikologi mengumpulkan data tentang keadaan psikologis korban sedangkan tim sosiologi mengumpulkan data terkait peringatan dini bencana, regulasi pemerintah terkait kebencanaan dan hubungan masyarakat dengan pihak perusahaan. Tim Program Studi Sosiologi dipimpin langsung oleh Drs. Wahyu Gunawan, M.Si selaku Ketua Program Studi dan Budi Sutrisno, S.Sos.,M.Si sebagai staf dosen dibantu tiga orang mahasiswa angkatan 2012 yaitu Dipo Nurbahagia, Ivan Dziaulhaq dan Adi Suparmadi.

    Kegiatan pertama yang dilakukan dalam menggali data terkait bencana longsor ini yaitu mengunjungi Kantor Kepala Desa Margamukti untuk mengurus izin serta mencari data sekunder. Di Kantor Kepala Desa, Tim Tanggap Bencana Unpad disambut oleh Kepala Desa Margamukti yang meminta seluruh nama yang ikut dalam kegiatan pencarian data tersebut.  Kantor Kepala Desa yang sempat difungsikan sebagai lokasi pengungsian korban bencana longsor menyimpan daftar nama pengungsi dan peta lokasi bencana. Selain itu, dari aparatur desa kami mendapatkan data monografi dan lokasi penampungan korban bencana. Tim Tanggap Bencana Unpad dibagi menjadi dua, yaitu Tim Program Studi Geofisika diterjunkan ke lokasi terjadinya longsor dan Tim Program Studi Sosiologi dan Psikologi diterjunkan ke lokasi penampungan korban bencana.

    Kegiatan selanjutnya adalah penggalian data dari korban bencana. Di penampungan, korban bencana dibagi dua, yaitu yang laki-laki sebagai informan bagi Tim Program Studi Sosiologi dan perepmuan sebagai informan Tim Program Studi Psikologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu Focus Gruop Discussion (FGD) melibatkan delapan orang warga Kampung Cibitung yang menjadi korban. Dalam penggalian data ini didapatkan data mengenai kronologis kejadian longsor, rencana relokasi warga, hubungan pihak perusahaan dan warga serta yang terpenting adalah keinginan warga mengenai kepastian nasib mereka. Keseluruhan data tersebut kemudian akan dipresentasikan di depan Wakil Gubernur Jawa Barat sebagai ketua Forum Pengurangan Resiko Bencana Jawa Barat.