BELAJAR DARI SANGGAR LINGKUNGAN HIDUP CIREBON

Program studi  S1 sosiologi melakukan Praktikum untuk angkatan 2015 dan  2014 di berbagai daerah mulai dari Bandung (Manteos), Cirebon, dan Jatinangor.  Praktikum di Cirebon diadakan di Sanggar Lingkungan Hidup Cirebon  yang merupakan suatu komunitas atau NGO yang merupakan wadah bagi relawan atau pegiat lingkungan hidup yang berfokus pada pembinaan seluruh lapisan masyarakat terutama generasi muda tentang bagaimana mengelola lingkungan hidup dengan cakap dan bijak. Sanggar Lingkungan Hidup juga membantu dan memfasilitasi pemerintah dalam upaya menyelesaikan masalah-masalah lingkungan di daerah Cirebon.

Praktikum dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 29-30 Desember 2016. Selama kurun waktu dua hari, mahasiswa diberikan bekal pelatiahan berupa: Pertama, pelatihan pengolahan sampah dimana mahasiswa dibimbing untuk melakukan daur ulang untuk sampah organik dan anorganik, dikegiatan ini mahasiswa dibagi menjadi tiga kelompok, kelompok pertama membuat pupuk dari sampah-sampah makanan dan daun. Yang kedua membuat bio-oil dari botol bekas, dan yang terakhir adalah pembuatan kerajinan tangan dari bungkus-bungkus kopi dan sebagainya. Dalam setiap kelompoknya melihat dan dibimbing untuk mempelajari bagaimana cara membuat dan diperlihatkan hasil jadinya.

Program kedua, Mahasiswa diajarkan mengenai Bank Sampah, dalam  kegiatan kedua ini mahasiswa diajarkan  mengenai cara kerja Bank Sampah yang ada di Sanggar Lingkungan Hidup Cirebon, setiap mahasiswa diberikan peran masing-masing ada yang bertugas mencatat (administrasi), penimbang, sampai kepada pemilah sampah yang sudah ditimbang. Dalam program Bank sampah ini, sampah yang sudah disortir oleh nasabah Bank Sampah akan bernilai atau harganya akan tinggi dibandingkan dengan sampah yang tidak dipilah atau disortir terlebih dahulu misalnya memisahkan antara botol dengan tutupnya, memisahkan kemasan ale-ale dengan plastik penutup ale-alenya, memisahkan antara sampah plastik dan sampah besi. Setelah melakukan praktek Bank Sampah mahasiswa diajak untuk berkunjung ke pengusaha sampah yang ada di Desa Panguragan Kabupaten Cirebon. Dimana Desa Panguragan merupakan desa yang terkenal dengan “bandar rongsok” atau pengepul sampah yang bisa didaur ulang. Mahasiswa diajak keliling ke salah satu pengepul sampah mulai dari tahap pencatatan sampah yang masuk, pengangkatan dari mobil, pemisahan antara sampah yang plasitik yang akan di samamakan jenisnya sehingga dapat dihancurkan, dan kemudian dijemur lalu didaur ulang. Begitupun dengan besi yang dipisahkan berdasarkan jenis besinya.

Program ketiga,  Sosialisai mengenai pembuatan Biodigister yang menggunakan kotoran dan menggunakan limbah tahu, di kegiatan ini awalnya mahasiswa diberikan pengetahuan bagaimana membuat biodigister, diperlihatkan skema pembuatan sampai kepada uang yang harus dikeluarkan saat membuat biodigister. Malam harinya mahasiwa diajak untuk melihat langsung cara kerja biodigister di daerah Plered salah satu pengusaha tahu yang menggunakan limbah air tahunya menjadi biogas yang dapat dimanfaatkan sehingga tidak terbuang dengan percuma.

Program keempat, penanaman pohon mangrove di pantai Jadimulya sebagai upaya konservasi mangrove. Dalam kegiatan penanaman 500 pohon mangrove ini pertama-tama mahasiswa diberikan pengetahuan mengenai jenis-jenis mangrove sampai kepada bagaimana cara menanam mangrove yang baik agar mangrove yang ditanam dapat tumbuh dengan sempurna. Dikarenakan mahasiwa masih pemula penanaman mangrove dilakukan diarea yang dangkal saja. Penanaman mangrove juga dibantu oleh relawan dari Sanggar Lingkungan Hidup Cirebon. Kegiatan penanaman mangrove adalah hari terakhir praktikum mahasiswa sosiologi.