PRAKTIKUM PEMETAAN SOSIAL DI GARUT

Mahasiswa Sosiologi, Universitas Padjadjaran melaksanakan praktikum lapangan yang terbagi ke dalam beberapa tempat di Jawa Barat, salah satunya di Kabupaten Garut. Praktikum ini dilaksanakan pada tanggal 28 Desember 2016, berfokus pada pemetaan sosial di Kampung Genteng Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.

Kampung Genteng merupakan sebuah kampung sebagai sebutan dari RW 13 yang terdiri dari 3 RT (01, 02, dan 03). Suasana kampung Genteng sudah tidak terlihat seperti desa biasanya, letak kampung ini berdekatan dengan kota. Sehingga, pemukiman di sana dapat dikatakan sudah modern. Warga masyarakat di kampung Genteng masih terbilang guyub, rasa kekeluargaan di antara mereka masih dipegang erat.

Mahasiswa Sosiologi yang terlibat dalam praktikum ini berjumlah 9 orang yang terbagi ke dalam tiga kelompok. Setiap kelompok diberikan arahan oleh pembimbing lapangan untuk melakukan observasi dan pemetaan sosial di setiap RT. Masing-masing dari kami berpencar ke setiap RT yang dituju, kami disambut oleh warga di sana karena sebelumnya sudah ada pemberitahuan terkait kedatangan kami.

Observasi dan pemetaan sosial dilaksanakan guna untuk menghasilkan data, potensi dan masalah yang ada di kampung Genteng. Kami bersama warga di sana berbincang terkait potensi dan permasalahan yang ada dilihat dari pelbagai aspek yaitu aspek ekonomi, sosial, kesehatan, dan sarana prasarana.

Pemetaan sosial tersebut terdiri dari FGD, Diagram Venn untuk mengetahui hubungan kelembagaan, dan membuat pohon masalah sebagai acuan dari prioritas masalah. Kemudian dianalisis melalui pengkajian bersama untuk mencari solusi dari permasalahan yang ada.

Secara umum permasalahan yang terjadi di kampung Genteng mengenai kesehatan. Perilaku hidup sehat yang tidak diterapkan oleh semua warga menyebabkan pencemaran lingkungan. Dalam hal ini, masih banyak warga yang buang sampah ke sungai, BAB (Buang Air Besar) di sungai, dan lainnya. Sungai dijadikan sebagai alternatif kebutuhan sehari-hari oleh warga di sana. Sayangnya, sungai tersebut kurang dipelihara sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan. Sebetulnya, di kampung Genteng ini sudah ada MCK yang disediakan hanya saja belum bisa digunakan sebagai sarana serba guna hanya dimanfaatkan untuk mandi, dan mencuci saja.

Dengan terlaksananya praktikum ini diharapkan mahasiswa Sosiologi lebih peka terhadap lingkungan, dekat dengan masyarakat, dan mampu melihat fenoma yang terjadi di masyarakat sekitar. Sehingga, ke depannya dengan adanya praktik lapangan mahasiswa dapat lebih memahami teknik pemetaan sosial dan mampu menganalisis pelbagai potensi dan masalah yang ada di masyarakat.

Praktikum ini hanya berjalan sehari akan tetapi semoga dapat memberikan manfaat bagi warga kampung Tarogong Kidul, kedatangan kami bisa memperluas silaturahmi ke depannya dan tentu praktikum ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi mahasiswa Sosiologi.